Kamis, 28 Mei 2009

Rapat Raksasa di Lapangan Ikada

Salah satu bentuk dukungan spontan rakyat terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat di Jakarta. Mereka berkumpul di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) dalam rapat akbar pada tanggal 19 September 1945. Rakyat ingin menyatakan kegembiraan mereka atas terselenggaranya Proklamasi Kemerdekaan, terbebasnya Indonesia dari penjajahan, serta berdirinya Negara Indonesia yang berdaulat. Selain itu, rakyat juga ingin berpartisipasi dalam kemerdekaan. Untuk itu, mereka berani menanggung semua resikonya.

Rapat akbar di Lapangan Ikada dipelopori oleh pemuda dan mahasiswa yang bermarkas di jalan Prapatan 10. Rapat tersebut dihadiri oleh pemuda dan masyarakat dari berbagai suku yang tinggal di Jakarta. Tujuan rapat adalah menegakkan kedaulatan Republik Indonesia. Pada awalnya, presiden dan cabinet menolak diadakannya rapat akbar tersebut. Mereka khawatir akan adanya kemungkinan "banjir darah". Akan tetapi, para pemuda menyatakan sanggup menanggung segala konsekuensinya. Oleh karena itu, rapat akbar di Lapangan Ikada akhirnya tetap diadakan.

Serdadu Jepang berusaha menggagalkan rapat. Mereka mengancam rakyat dengan senapan dan sangkur terhunus, serta dengan acungan senjata mesin. Mereka menutup jalan-jalan yang menuju ke Lapangan Ikada dengan barikade. Semua jalan tersebut dijaga dengan kendaraan lapis baja. Namun demikian, massa rakyat tak gentar sedikit pun. Mereka tidak menghiraukan ancaman yang dapat merenggut ribuan jiwa. Jepang tidak berdaya menghadapi semangat rakyat Indonesia. Senjata serdadu Jepang ternyata tidak mampu menahan gelora rakyat.

Berita mengenai rapat akbar telah tersebar ke seluruh pelosok Jakarta. Lapangan Ikada, yang sekarang telah menjadi Lapangan Medan Merdeka, berubah menjadi lautan massa ketika itu. Mulai siang hari rakyat berduyun-duyun masuk dan memadati lapangan. Ribuan pengunjung rapat akbar tersebut merupakan kekuatan massa yang sedang meluap emosinya. Mereka merupakan suatu kekuatan besar yang siap menghancurkan segala rintangan, termasuk serdadu Jepang.

Salah satu acara dalam rapat akbar tersebut adalah pidato Presiden Soekarno. Sampai sore hari, massa tetap tenang menunggu kedatangan Bung Karno. Mereka tidak mau bubar sebelum Bung Karno datang ke tempat rapat dan berpidato. Akhirnya Bung Karno datang dan berpidato sangat singkat. Beliau mengatakan, "…Saudara-saudara, saya mengerti bagaimana semangat saudara-saudara setelah proklamasi. Oleh karena itu, marilah kita jaga proklamasi kemerdekaan kita dengan baik pulanglah dengan tenang."

Presiden Soekarno mampu menenangkan massa rakyat di Lapangan Ikada. Akan tetapi, pemuda dan massa tidak mampu menahan luapan kegembiraan dan kebencian. Mereka mengambil tindakan sendiri dengan menduduki kantor-kantor Jepang dan stasiun kereta api. Mereka juga mengibarkan bendera Merah Putih. Bentrokan dan insiden dengan serdadu Jepang tidak dapat dihindari.

Makna yang terkandung dengan adanya rapat raksasa di Lapangan Ikada antara lain :

  1. Menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa kemerdekaan RI memperoleh dukungan dari rakyatnya
  2. Menjadi bukti pertama yang menunjukkan bahwa pemerintah RI berwibawa di hadapan rakyatnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar